Resep Pakasam Kuntu (Kampar Riau)

Moms, siap-siap kaget. Di Desa Kuntu, Kabupaten Kampar, Riau, ada makanan yang sering disebut "ikan busuk" —tapi tunggu dulu, jangan langsung ngeri. Ini bukan ikan busuk beneran, ya! Pakasam adalah ikan yang difermentasi secara alami selama beberapa hari, dan justru dari proses itulah lahir rasa yang bikin nagih .

Yang bikin Pakasam Kuntu beda dari pakasam daerah lain adalah campuran rebungnya . Iya, rebung atau tunas bambu muda itu wajib ada. Kata Betty, salah satu pembuat pakasam di Kuntu: "Rebung itu wajib. Biar enak dan lebih gurih. Itu resep orang tua-tua di Kuntu" .

Jadi bayangin, Moms: ikan fermentasi yang asam-gurih, dipadukan dengan rebung yang renyah dan segar, lalu ditumis dengan bumbu sangrai yang wangi. Rasanya? Asam, gurih, pedas, dan ada sensasi renyah dari rebungnya . Jauh banget dari kesan "ikan busuk" yang mungkin kebayang di kepala kita .

Pakasam ini adalah makanan tradisional masyarakat Melayu Kampar , khususnya di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri. Desa ini terletak di daerah aliran Sungai Kampar yang masih tergolong terpencil, dan sebagian besar penduduknya adalah nelayan .

Dulu, hasil tangkapan ikan para nelayan biasanya dijual segar, disalai di atas anyaman bambu, atau dibuat pakasam sebagai cara untuk menyimpan persediaan makanan . Jadi pakasam ini lahir dari kebutuhan bertahan hidup—mirip-mirip kayak banyak kuliner tradisional Nusantara lainnya yang lahir dari keterbatasan.

Reynur RM Logo
Ditulis Oleh

Reynur RM

Penjelajah rasa & fotografer lapangan untuk Dapur Tanya Rei, sekaligus penulis, Software Engineer, Desainer Grafis dan Musician.

💬 Komentar (0)

Memuat komentar...
Link disalin ke clipboard!